BREAKING NEWS

15 Tarian tradisional Jawa Timur, kaya akan sejarah dan filosofi

15 Tarian tradisional Jawa Timur, kaya sejarah dan filosofi

Tarian Tradisional Jawa Timur sebagai Cermin Kehidupan Masyarakat

Ketika alunan musik tradisional mulai terdengar di sebuah desa di Jawa Timur, tarian tidak pernah hadir sekadar sebagai hiburan. Di balik setiap gerak tangan dan hentakan kaki, tersimpan cerita tentang syukur, doa, sejarah, hingga identitas masyarakat yang menjaganya dari generasi ke generasi. Tarian tradisional Jawa Timur hidup bersama masyarakatnya, tumbuh dari pengalaman sehari-hari, serta menjadi bahasa budaya yang merekam perjalanan manusia dan lingkungannya.

Di banyak daerah, tarian menjadi ekspresi kehidupan sosial. Gerak yang dinamis, irama yang mengalir, dan kostum yang sarat makna merepresentasikan cara masyarakat berinteraksi, bekerja, dan merayakan kebersamaan. Tarian-tarian ini kerap dipentaskan dalam acara rakyat, perayaan desa, hingga momentum penting yang menandai siklus kehidupan.

Tarian Ritual dan Rasa Syukur dalam Tradisi Jawa Timur

Tak sedikit tarian tradisional Jawa Timur yang lahir dari ritual dan rasa syukur. Dalam konteks ini, tarian berfungsi sebagai penghubung antara manusia, alam, dan keyakinan yang mereka anut. Setiap gerakan bukan sekadar estetika, melainkan simbol doa, harapan, serta penghormatan kepada kekuatan yang lebih besar.

Nilai spiritual inilah yang membuat tarian tetap dijaga, meski zaman terus berubah. Ketika tarian masih dipentaskan dalam upacara adat, masyarakat sedang menjaga keseimbangan antara tradisi dan kehidupan modern.

Jejak Sejarah dan Legenda dalam Tarian Tradisional Jawa Timur

Sejarah dan legenda daerah terekam kuat dalam tarian-tarian Jawa Timur. Kisah tentang tokoh, peristiwa masa lalu, hingga mitologi lokal diolah menjadi rangkaian gerak yang sarat makna. Melalui tarian, sejarah tidak hanya diceritakan, tetapi dihidupkan kembali dalam ruang budaya yang dapat disaksikan dan dirasakan bersama.

Tarian menjadi medium narasi yang membuat masa lalu tetap relevan bagi generasi masa kini.

Tarian Tradisional sebagai Identitas Daerah di Jawa Timur

Seiring waktu, sejumlah tarian berkembang menjadi identitas daerah. Ia menjadi penanda kebanggaan lokal, simbol kultural yang melekat pada suatu wilayah. Tarian-tarian ini tampil dalam berbagai ajang, dari panggung budaya hingga promosi wisata, memperlihatkan bagaimana tradisi lokal beradaptasi dengan ruang publik yang lebih luas.

Identitas budaya inilah yang menjadikan tarian Jawa Timur memiliki daya hidup yang panjang.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Tarian Jawa Timur Tetap Hidup

Di tengah arus modernisasi, keberlangsungan tarian tradisional Jawa Timur tidak terlepas dari peran masyarakat. Para pelaku seni, komunitas budaya, hingga generasi muda menjadi penjaga utama tradisi ini. Mereka bukan sekadar pewaris, melainkan perintis yang terus menghidupkan makna tarian melalui latihan, pertunjukan, dan regenerasi.

Dari sinilah tarian tradisional tetap bernapas sebagai bagian dari identitas dan perjalanan budaya Jawa Timur.

Tarian Tradisional Jawa Timur

Ada banyak jenis tari di provinsi Jawa Timur yang bisa Moms ketahui dan pelajari. Yuk, telusuri berbagai jenis tariannya di sini!


1. Tari Gandrung
Tarian tradisional Jawa Timur yang pertama adalah Tari Gandrung.

Tari Gandrung sendiri merupakan seni tari yang berasal dari Banyuwangi. Gandrung artinya "terpesona". Tarian ini melambangkan ketertarikan masyarakat Banyuwangi terhadap Dewi Padi atau yang umum dikenal dengan Dewi Sri karena telah membawa kemakmuran bagi masyarakat.

2. Tari Jaranan Kepang
Salah satu tari tradisional Jawa Timur yang lain adalah Jaran Kepang.

Jaran kepang juga dikenal sebagai Tari Jaranan. Pesan yang ingin disampaikan dari tari Jaranan Kepang ini adalah menceritakan sosok pahlawan. Ilustrasi pahlawan dalam tari ini digambarkan perkasa, menunggang kuda. Tarian ini biasanya juga menampilkan atraksi kesurupan.

3. Tari Batik Pace
Tari tradisional Jawa Timur lainnya adalah Tarian Batik Pace.

Tarian Batik Pace terinspirasi dari pendiri kota Pacitan. Tarian ini juga menceritakan sejarah buah pace.
Tidak hanya itu, tarian ini memperkenalkan karya khas dari kota Pacitan yang bernama batik Pace.

4. Tari Giri Gora Dahuru Daha
Tarian tradisional Jawa Timur selanjutnya adalah Tari Giri Gora Dahuru Daha.

Tarian ini bercerita tentang kisah Calon Arang. Calon Arang adalah sosok perempuan jahat yang menggunakan ilmu hitam. Dia terjebak dalam ilmu hitam karena merasa sakit hati karena tidak ada yang ingin meminang anaknya. Ada beberapa peran dalam tari ini.

Para penari mengenakan kostum tradisional khas Provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan warna-warna cerah. Tari ini biasanya dibagi menjadi tiga babak:
  • Keadaan awal masyarakat Daha,
  • Datangnya ilmu hitam atau santet,
  • Penyelesaian oleh Mpu Baradah.
5. Tari Jejer
Tarian tradisional Jawa Timur yang lain adalah Tari Jejer.
Tarian ini juga disebut sebagai tari Gandrung Banyuwangi. Tarian ini melukiskan sebuah pertunjukan seni yang menampilkan gerakan berirama dari para penarinya. Para penari diiringi oleh permainan musik tradisional yang khusus.

Tarian unik dari kabupaten Banyuwangi ini memiliki ciri khas yang menonjol. Dari segi gerakan ataupun jenis alat musik yang digunakan, sangat unik. Alat musik tradisional yang mengiringi tarian ini adalah gong dan kempul.

6. Tari Kethek Ogleng
Tarian tradisional Jawa Timur lain yang sering menarik perhatian adalah Kethek Ogleng.

Tarian ini menirukan gerakan dan perilaku hewan kethek atau kera. Umumnya tari Kethek Ogleng ini dilakukan oleh empat orang penari. Tiga penari perempuan dan seorang penari laki-laki. Dalam tari ini, penari laki-laki berperan sebagai manusia kera.

7. Tari Lenggang
Tarian tradisional Jawa Timur selanjutnya adalah Tari Lenggang, yang biasanya dipentaskan untuk pesta penyambutan di Surabaya.

Tari Lenggang Surabaya merupakan adaptasi dan pengembangan dari seni sebelumnya, yakni Tari Tanda'an atau Ledek Tayub serta Sandur Madura. Tari tradisional Jawa Timur ini diciptakan oleh Dimas Pramuka Admaji pada tahun 1995.

8. Tari Mual Sangkal
Tarian tradisional Jawa Timur berikutnya adalah Tari Muang Sangkal.

Tarian ini berasal dari daerah Madura. Tarian ini bertujuan untuk menolak kesialan dan melindungi daerah dari bahaya. Pembuat tari tradisional ini pun berasal dari Madura, dan dapat dianggap sebagai ekspresi rasa kepedulian seniman terhadap kekayaan Madura yang sarat akan karya dan keunikan.

9. Tarian Reog Ponorogo
Reog Ponorogo adalah tarian tradisional Jawa Timur yang sangat terkenal.
Ini adalah suatu seni tari yang dibawakan oleh beberapa pemain dengan penari inti menggunakan topeng kepala singa.

Di atas topeng tersebut terdapat mahkota bulu merak. Berat topeng yang dikenakan bisa mencapai 50 kg. Yang menarik, topeng seberat 50 kg tersebut diangkat oleh penari dengan mengandalkan kekuatan gigi.

10. Tari Reog Kendang
Sebuah tari yang berasal dari Jawa Timur ini dikenal juga sebagai Reog Tulungagung.

Hal ini karena tarian ini berkembang di daerah Tulungagung dan sekitarnya. Sesuai namanya, tarian ini menampilkan para penari Reog Kendang yang membawa alat musik yang mirip dengan kendang atau tam-tam.

11. Tari Lahbako
Tarian klasik dari Jawa Timur yang kesebelas adalah Tari Lahbako.

Tarian tradisional ini berasal dari Jember, Jawa Timur. Tarian ini mencerminkan kehidupan para petani tembakau di daerah asalnya. Dalam pertunjukannya, tarian ini dibawakan oleh beberapa penari wanita dengan gerakan yang merepresentasikan aktivitas petani di ladang maupun kebun tembakau.

12. Tari Seblang
Tarian tradisional Jawa Timur lainnya adalah Tari Seblang.

Kesenian khas ini berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Tari ini juga dikenal sebagai salah satu ritual adat yang bertujuan untuk membersihkan desa. Seni tari ini memiliki ciri khas yang sangat jelas berbeda karena para penarinya biasa dipilih oleh dukun setempat. Hanya penari yang terpilih oleh dukun yang diizinkan untuk menari dalam pertunjukan tersebut.

13. Tarian Beskalan Putri
Tarian tradisional Jawa Timur satu ini berasal dari Kabupaten Malang.

Awalnya, tarian ini merupakan ritual atau tari upacara pada saat perayaan yang berkaitan dengan kesuburan tanah. Namun, seiring berjalannya waktu, Beskalan Putri kini beralih fungsi menjadi tari penyambutan.

Tari Beskalan menunjukkan gerakan yang sangat dinamis, lincah, dan feminin. Menariknya, di masa lalu, penari tarian ini adalah pria yang mengenakan kostum wanita. Beskalan muncul bersamaan dengan pesatnya perkembangan Ludruk pada dekade 1930-an.

14. Tari Singo Ulung
Tari Singo Ulung adalah salah satu tarian tradisional Jawa Timur yang sangat dihormati.

Tarian ini biasanya menampilkan penari berpakaian seperti singa dan bergerak layaknya singa. Jika diperhatikan sekilas, tarian ini mirip dengan Barongsai. Namun, yang membedakan adalah tema yang diangkat dan kostum yang digunakan jauh lebih sederhana.

15. Tari Topeng Malangan
Tarian tradisional Jawa Timur yang terakhir ini sangat terkenal.

Jika Anda belum pernah melihatnya, Anda bisa mengunjungi museum yang terletak di kota Malang. Tarian ini dipentaskan menggunakan topeng. Secara sekilas, tarian ini memiliki kesamaan dengan wayang orang. Namun, yang membedakan adalah para pemain yang mengenakan topeng serta cerita yang diangkat.

Nah, itu dia tarian tradisional Jawa Timur yang penting untuk dipelajari agar budaya kita tetap terjaga.(*)
Posting Komentar
ADVERTISEMENT
Designed by Perintis
ADVERTISEMENT
Designed by Perintis