Khofifah: Pesantren Penjaga Sanad Keilmuan, Pondasi Generasi Qur’ani Jawa Timur
Bangkalan, Perintis.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai penjaga sanad keilmuan Islam sekaligus fondasi pembentukan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil, Demangan Barat, Kabupaten Bangkalan, Minggu (1/2).
Kehadiran Gubernur Khofifah disambut hangat oleh pengasuh pesantren, keluarga besar Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil, ratusan santriwati, serta para wali santri. Suasana haflatul imtihan berlangsung khidmat dan sarat haru. Para santriwati berbaris rapi untuk bersalaman dengan Gubernur sebagai wujud takzim sekaligus rasa syukur atas keberhasilan menuntaskan pendidikan.
Pesantren sebagai Penjaga Sanad Keilmuan
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa pesantren memiliki peran vital dalam menjaga kesinambungan keilmuan Islam. Ia menyebut, ilmu yang diperoleh para santriwati di Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil memiliki keistimewaan karena sanad keilmuannya bersambung langsung dengan Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar yang menjadi rujukan utama tradisi keilmuan pesantren Nusantara.
“Ilmu yang sanadnya bersambung langsung dari Syaikhona Kholil Bangkalan, insya Allah menjadi ilmu yang terang, lurus, dan penuh barokah,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kekuatan sanad inilah yang menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral dan karakter bangsa.
Ilmu untuk Kemaslahatan Umat
Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU berharap ilmu yang diperoleh para santriwati tidak berhenti sebagai bekal personal. Ia menekankan pentingnya mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara, khususnya dalam memperkuat sendi-sendi sosial dan keagamaan di Jawa Timur.
“Ilmu pesantren harus menjadi cahaya bagi lingkungan sekitar, memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Wisuda Tahfidzil Qur’an, Investasi Akhirat Keluarga
Pada kesempatan tersebut juga digelar Wisuda Tahfidzil Qur’an bagi santriwati penghafal Al-Qur’an. Gubernur Khofifah mengikuti prosesi dengan penuh khidmat sembari menyampaikan doa dan apresiasi kepada para hafidzah.
“Kita semua berharap memiliki putra-putri sholeh dan sholehah, terlebih para hafidz dan hafidzah yang kelak menjadi investasi akhirat bagi orang tuanya,” tuturnya.
Dukungan Nyata untuk Santriwati
Sebagai bentuk perhatian, Gubernur Khofifah memberikan uang saku masing-masing sebesar Rp500 ribu kepada 20 santriwati terpilih. Bantuan tersebut diperuntukkan sebagai tambahan pembelian kitab guna memperdalam kajian keislaman.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para wali santri yang tampak penuh kebahagiaan merayakan kelulusan putri-putrinya. Tradisi pemberian buket bunga dinilai mencerminkan kebanggaan keluarga terhadap capaian pendidikan pesantren.
“Semoga para santriwati sukses menapaki masa depan, tercapai cita-citanya, dan ilmunya membawa keberkahan bagi umat,” pungkas Khofifah. (*)
.jpeg)